Minggu, 15 Juni 2014

Terima kasih untuk STTBJ

SAHABATKU SEJATI

     Dua tahun berlalu bersama sekolah yang telah memberikan pendidikan, berat rasanya untuk meninggalkan, teman-teman juga Dosen yang telah mengajar.
     Februari rencana kembali ke Jakarta gagal, pendetaku mengajak untuk membeli ijasah yang sudah tutup kampusnya katanya aku ga akan berhasil kalau di STTBJ ya aku ikut aja pergilah aku dengan pendetaku ke kampus yang namanya (IKSM) istitut keguruan sekolah minggu, sebesar 5,5 juta, untuk daftar di STAKPN (sekolah tinggi agama Kristen Protestan negeri),  sempat kuliah 3 minggu, ya kuliahnya jadi berantakan karena beda jurusan, di jakarta Teologi di nilai yang di beli jurusan PAK, jadi ga yambung, kelasnya makin berantakan dengan jadwal yang bersamaan,, akhirnya ga kuliah. ya anggur jadinya. diajak lagi beli ijasah di IFKAT, ya aku tolak karena sama saja ijasah ga benar,,wah udah mengeluarkan biaya banyak ga ada hasilnya.    
    Teman-teman pasti berhasil disana, menjadi hamba Tuhan yang dipakai Tuhan secara luar biasa, Tuhan Yesus memberkati, 

Selasa, 23 Juli 2013

SELAMAT HARI ANAK

ANAK ANUGRAH YANG TERINDAH



     Banyak di semua daerah dan negara anak-anak terabaikan dengan terjadinya banyak konflik, kekerasan yang sering dialami oleh anak-anak, anak dipekerjakan secara paksa, tidak mendapatkan pendidikan yang harus didapatkan yang menjadi salah satu hak anak yang menjadi kebutuhan yang terpenting untuk masa depan anak, ada 42 hak anak yang penting untuk diperhatikan dan sebagai orangtua, negara bahkan semua lembaga kemanusiaan selalu menjunjung tinggi hak anak, hingga kini masih terjadi berbagai kasus pelanggaran anak, pentingnya komisi anak untuk berperan aktif, akonomi menjadikan anak-anak sebagai korban untuk membantu orang tua melakukan pekerjaan yang berat yang selayaknya tidak dilakukan anak, anak dipaksa untuk membantu antaran ekonomi keluarga, anak bekerja dengan penuh resiko bahaya yang menyakibatkan kesehatan bahkan nyawa anak akan menjadi taruhan dengan beban yang diberikan, dijalanan anak meminta-minta, sebagai pengamen, pengemis yang beresiko tertabrak kendaraaan dan bekerja dengan keras, kerja banyunan juga dilakukan tanpa mendapatkan jaminan keselamatan menjadikan anak sebagai buruh diberbagai tempat industri untuk mejadikan anak sebagai penjual narkoba juga terjadi diberbagai belahan dunia, dengan imbalan yang sangat tidak sebanding dengan resiko yang dialami, bahkan anak dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial yang terjadi diberbagai tempat mengakibatkan komisi perlindungan anak harus turuntangan, sebagai orangtua dan negara harus memperhatikan dan bertanggung jawab, dengan hari anak 27 Juli 2013, kita harapkan bersama tidak ada lagi pelanggaran hak anak.